Mengapa Harga Sepatu Doc Martens Sangat Mahal Belakangan Ini ?

Mengapa Harga Sepatu Doc Martens Sangat Mahal Belakangan Ini ? – Dr Martens, Doc Martens, DMS, atau Docs, apapun sebutannya, Anda pasti mengetahui bersama dengan alas kaki bersama dengan sol yang memantul dan jahitan kuning yang ikonik itu. Ketika Doc Martens pertama kali nampak di Inggris, pada 1960, sepatu ini dihargai USD3 per pasang.

Sekarang, sepasang sepatu bot Made in England ini sanggup membuat Anda geleng-geleng kepala dikarenakan wajib membayar kurang lebih USD225 per gunakan (sekitar Rp3.269.812). Jadi, apa yang telah berubah? Dan mengapa sepatu ini saat ini menjadi benar-benar mahal?

Sepatu ini jadi populer sepanjang 60 th. perjalanannya. Sepatu Doc Martens telah dipakai oleh semua orang berasal dari punk hingga polisi. Kanye West, Cardi B, Dalai Lama, bahkan Pope Jhon Paul II pun mengenakan sepatu bot tipe militer Doc Martens tersebut.

Dr Martens berawal dikala Dr Klaus Martens, kelahiran Jerman, menciptakan sepatu bot berasal dari kulit lembut bersama dengan sol yang empuk untuk mendukung meringankan rasa sakit pada kakinya sesudah kecelakaan ski.

Sepatu yang awalnya dibikin berasal dari kulit daur kembali dan karet bekas ini konsisten mengalami tranformasi. Sol hawa yang nyaman pada sepatu Doc Martens ditemukan pada 1945.

Sepatu bot Dr Martens awalnya dibikin untuk pekerja pabrik dan polisi, namun menjadi populer bersama dengan bervariasi subkultur, dan dikenakan punk dan skinhead sebagai aksi pemberontakan.

Dr Martens jadi berkembang di Jepang, lebih besar di semua dunia. Penjualan secara international sepatu bot Doc Martens meningkat 25 % hingga 6 juta pasang. Sepatu Doc Martens menjadi kegemaran baru di Asia timur dan jadi populer.

Banyak negara yang cobalah membuat replika sepatu Doc Martens, tidak benar satunya Tiongkok. Namun pasti saja kualitas dan kenyamanan jauh berbeda bersama dengan sepatu yang dibikin di Wellingborough, Northamptonshire, England ini.

Weston Kay, pemilik Rose Anvil, pernah mengupas perihal sepatu bot Doc Martens. Kay membandingkan sepatu buatan Tiongkok, buatan Inggris, dan vintage (lebih berasal dari 30 tahun) di chanel Youtube-nya. Menurut dia, berasal dari kualitas bahan dan proses pabrikan kelihatan jauh berbeda. Selain itu, sepatu vintage jauh lebih nyaman, kata dia.

doc marten

Business Insider, pun menghubungi pihak Doc Martens untuk berharap komentarnya.

“Kami tidak merubah material apapun atau proses manufaktur yang sanggup membahayakan kualitas produk kami. Faktanya, lebih berasal dari 60 th. histori bahan-bahan, alat, dan teknik tetap tidak beralih dan di mana pergantian spesifikasi telah terjadi itu dibikin untuk tingkatkan produk ikonik kami dan untuk memastikan kami memperbarui pengalaman pemakai,” kata pihak Doc Martens.

“Bagian kayu pada betis sepatu khusus digunakan pada sepatu tinggi untuk menghentikan tumit keseleo, dikarenakan pergantian pada 2000 sesudah merilis itu tidak melakukan perbaikan integritas struktural berasal dari sepatu bot kami. Pada 2005, pengisi internal tidak diubah berasal dari kain tebal bulu halus ke bahan kualitas paling baik yang mengimbuhkan kenyaman dan kekuatan tahan lebih besar,” tambah pihak Doc Martens lagi.

Seiring waktu, sepatu Doc Martens menjadi ikonik Internasional. Harga Doc Martens konsisten meningkat disesuaikan bersama dengan inflasi.

Pada 1960 harga sepasang sepatu Doc Martens USD50 (sekitar Rp726.625), pada 2002 meningkat menjadi USD146 per gunakan (Rp2.121.745), dan pada 2019 menjadi USD228 (sekitar Rp3.313.410) per pasang. Selain kualitas dan kenyamanan, jenis unik tak ada dua Doc Martens menjadikan sepatu ini jadi digemari meski harganya konsisten melambung tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *